Selasa, 12 Mei 2015

Pelajaran Berharga dari Sebuah Kekecewaan


Alhamdullilah Kecewa Lagi
Kecewa. Banyak orang yang sering mengeluhkan kata kecewa dalam hidupnya. Rasa kecewa sering dikaitkan dengan rasa sakit, sedih, galau dan marah. 
Harapan tidaklah selalu sama dengan kenyataan kalau kebanyakan orang bilang.
Banyak hal yang membuat kita merasa kecewa. Sebagai contoh: masalah asmara, persahabatan, kerjaan, sosialisasi, kuliah, sekolah dan masih banyak lagi. Kekecewaan di awali dari sebuah harapan yang begitu besar terhadap suatu objek, bisa orang ataupun sesuatu hingga pada akhirnya objek tersebut menjadi sebuah hasil yang tidak sesuai dengan harapan kita padahal sebelumnya kita sudah berusaha demi mendapatkan hal tersebut.
Nah, dari kalimat saya sebelumnya, saya menyebutkan kata “berusaha”, ya berusaha! Setiap dari kita pasti selalu berusaha untuk sesuatu yang ingin kita dapatkan, apapun itu sehingga kita memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap apa yang kita usahakan.
Jujur, saya sendiri pun baru menyadari bahwa begitu dahsyatnya sebuah kekecewaan itu dalam mempengaruhi keadaan jiwa kita. karena ketika kita tidak dapat mengolah emosi dengan benar maka kekecewaan akan menjadi sebuah momok yang kurang baik dalam kehidupan kita. kekecewaan akan memberikan dampak negatif bagi pikiran dan hati kita. sehingga diri kita akan pasif dalam menjalani hidup, semangat berkurang bahkan yang tadinya kita memiliki usaha yang baik dalam menggapai sesuatu akan berubah menjadi sebuah ketidak pedulian.
Sebetulnya  kalau kita pahami lebih dalam, dalam sebuah kekecewaan terdapat sebuah pelajaran berharga.
Pertama, kita dapat belajar bahwa dengan kecewa, kita akan lebih tahu bahwa yang kita usahakan adalah bukan suatu hal yang baik untuk kita. karena Allah berfirmah bahwa “bisa jadi sesuatu itu terlihat baik untukmu namun tidak bagi Allah dan  bisa jadi sesuatu itu terlihat buruk bagimu namun itu baik menurut Allah”. Ya itulah firmanNYA yang selalu aku ingat dan aku jadikan moto dalam hidup bahwa tidak semua yang kita inginkan atau usahakan adalah yang terbaik karena sesungguhnya Allah maha tahu. Satu hal yang perlu kita lakukan adalah berusaha sekuat tenaga namun hasilnya kita serahkan padaNYA yang maha kuasa.
Pelajaran kedua adalah kiat lebih paham akan kehidupan. Ya kehidupan. Karena kehidupan bukan masalah hidup lalu kita tidak memiliki masalah. Setiap manusia yang hidup harus memiliki masalah, dengan begitu ia akan lebih menghargai kehidupannya karena ketika ia bisa menyelesaikan 1 masalahnya maka ia akan merasa bahwa ia lebih dewasa dan kuat sehingga ia siap untuk menghadapi masalah-masalah yang mungkin akan terjadi selanjutnya.
Pelajaran ketiga. Dan menurut saya inilah yang terpenting dari yang penting yaitu semakin kita berharap pada sesuatu atau seseorang maka semakin pula kita akan dikecewakan. Itu! Karena yang pantas untuk kita harapkan hanyalah Allah. Allah tidak mungkin mengecewakan hambanya hanya saja kita sebagai hambanya kurang paham atas ujian atau jalan yang Allah berikan sehingga kita berpikir bahwa semua sia-sia dan mengecewakan padahal segala suatu kejadianpun yang sia-sia selama Allah yang berkehendak, sebagai contoh: bahkan daun yang kering dan jatuhpun tidak akan menjadi sesuatu yang sia-sia karena daun tersebut bisa membusuk di tanah sehingga menjadi pupuk organik, atau bisa jadi daun-daun yang berguguran itu akan berubah menjadi sebuah pemandangan yang indah ketika musim gugur datang hingga akhirnya musim salju datang.
Pada intinya adalah kekecewaan datang ketika kita sangat berharap pada hal yang tidak pantas kita sangat harapkan. Biarlah semua berjalan sesuai kehendak Allah. Apapun kejadian akhirnya, ketika kita sudah berserah diri pada Allah maka hati ini tidak akan merasa kecewa dan sakit karena kita tahu bahwa sutradara hidup kita adalah Allah.
dan ingat! Selalu ada lasan dalam setiap permasalahan.
Allah berfirman:
Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap(QS. Alam Nasyrah.8)
Untuk saya yang merasa kecewa maupun orang-orang di luar sana, semoga Allah menggantikan kekecewaan ini dengan kebaikan, keberkahan dan hal yang lebih baik lagi dalah hidup.
Terimakasih ya Allah, kau mengizinkanku untuk kembali merasakan kecewa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar