Alhamdullilah Kecewa Lagi
Kecewa. Banyak orang yang sering mengeluhkan kata kecewa dalam hidupnya.
Rasa kecewa sering dikaitkan dengan rasa sakit, sedih, galau dan marah.
Harapan tidaklah selalu sama dengan kenyataan kalau kebanyakan orang
bilang.
Banyak hal yang membuat kita merasa kecewa. Sebagai contoh: masalah asmara,
persahabatan, kerjaan, sosialisasi, kuliah, sekolah dan masih banyak lagi.
Kekecewaan di awali dari sebuah harapan yang begitu besar terhadap suatu objek,
bisa orang ataupun sesuatu hingga pada akhirnya objek tersebut menjadi sebuah
hasil yang tidak sesuai dengan harapan kita padahal sebelumnya kita sudah
berusaha demi mendapatkan hal tersebut.
Nah, dari kalimat saya sebelumnya, saya menyebutkan kata “berusaha”, ya
berusaha! Setiap dari kita pasti selalu berusaha untuk sesuatu yang ingin kita
dapatkan, apapun itu sehingga kita memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap apa
yang kita usahakan.
Jujur, saya sendiri pun baru menyadari bahwa begitu dahsyatnya sebuah
kekecewaan itu dalam mempengaruhi keadaan jiwa kita. karena ketika kita tidak
dapat mengolah emosi dengan benar maka kekecewaan akan menjadi sebuah momok
yang kurang baik dalam kehidupan kita. kekecewaan akan memberikan dampak
negatif bagi pikiran dan hati kita. sehingga diri kita akan pasif dalam
menjalani hidup, semangat berkurang bahkan yang tadinya kita memiliki usaha
yang baik dalam menggapai sesuatu akan berubah menjadi sebuah ketidak pedulian.
Sebetulnya kalau kita pahami lebih
dalam, dalam sebuah kekecewaan terdapat
sebuah pelajaran berharga.
Pertama, kita dapat belajar bahwa dengan kecewa,
kita akan lebih tahu bahwa yang kita usahakan adalah bukan suatu hal yang baik
untuk kita. karena Allah berfirmah bahwa “bisa jadi sesuatu itu terlihat baik
untukmu namun tidak bagi Allah dan bisa
jadi sesuatu itu terlihat buruk bagimu namun itu baik menurut Allah”. Ya itulah
firmanNYA yang selalu aku ingat dan aku jadikan moto dalam hidup bahwa tidak
semua yang kita inginkan atau usahakan adalah yang terbaik karena sesungguhnya
Allah maha tahu. Satu hal yang perlu kita lakukan adalah berusaha sekuat tenaga
namun hasilnya kita serahkan padaNYA yang maha kuasa.
Pelajaran kedua adalah kiat lebih paham akan kehidupan.
Ya kehidupan. Karena kehidupan bukan masalah hidup lalu kita tidak memiliki
masalah. Setiap manusia yang hidup harus memiliki masalah, dengan begitu ia
akan lebih menghargai kehidupannya karena ketika ia bisa menyelesaikan 1
masalahnya maka ia akan merasa bahwa ia lebih dewasa dan kuat sehingga ia siap
untuk menghadapi masalah-masalah yang mungkin akan terjadi selanjutnya.
Pelajaran ketiga. Dan menurut saya inilah yang terpenting
dari yang penting yaitu semakin kita berharap pada sesuatu atau seseorang maka
semakin pula kita akan dikecewakan. Itu! Karena yang pantas untuk kita harapkan
hanyalah Allah. Allah tidak mungkin mengecewakan hambanya hanya saja kita
sebagai hambanya kurang paham atas ujian atau jalan yang Allah berikan sehingga
kita berpikir bahwa semua sia-sia dan mengecewakan padahal segala suatu
kejadianpun yang sia-sia selama Allah yang berkehendak, sebagai contoh: bahkan
daun yang kering dan jatuhpun tidak akan menjadi sesuatu yang sia-sia karena
daun tersebut bisa membusuk di tanah sehingga menjadi pupuk organik, atau bisa
jadi daun-daun yang berguguran itu akan berubah menjadi sebuah pemandangan yang
indah ketika musim gugur datang hingga akhirnya musim salju datang.
Pada intinya adalah kekecewaan datang ketika kita sangat berharap pada hal
yang tidak pantas kita sangat harapkan. Biarlah semua berjalan sesuai kehendak
Allah. Apapun kejadian akhirnya, ketika kita sudah berserah diri pada Allah
maka hati ini tidak akan merasa kecewa dan sakit karena kita tahu bahwa
sutradara hidup kita adalah Allah.
dan ingat! Selalu ada lasan dalam setiap permasalahan.
Allah berfirman:
Dan hanya
kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap(QS. Alam
Nasyrah.8)
Untuk saya yang merasa kecewa maupun orang-orang di luar sana, semoga Allah
menggantikan kekecewaan ini dengan kebaikan, keberkahan dan hal yang lebih baik
lagi dalah hidup.
Terimakasih ya Allah, kau mengizinkanku untuk kembali merasakan kecewa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar