Assalamualaikum saudara-saudaraku. Alhamdulillah bisa memposting tulisan
lagi di blog ini. Baiklah kita mulai saja.
Televisi merupakan benda yang sudah tidak asing lagi untuk kita dengar dan
dari televisi ini pun kita mendapatkan suatu infomasi, hiburan, ilmu
pengetahuan baru dan masih banyak lagi manfaat yang bisa kita dapat dari
televisi.
Namun jangan salah selain manfaat yang kita dapat dari menonton acara-acara
di televisi, kerugian pun bisa kita peroleh. Hal itu jika kita tidak bisa
menyaring mana-mana acara yang baik karena terkadang ada acara atau siaran
televisi yang justru menjerumuskan para pemirsanya karena mereka hanya
memikirkan keuntungan semata dalam menayangkan acara, yang penting banyak
penonton dan sponsor iklan pun banyak.
Tapi ditulisan ini saya tidak akan membahas tentang kerugiannya namun lebih
kepada manfaatnya. Ya manfaatnya. Karena saya selalu meluangkan waktu untuk
menonton televisi, tentu acara yang menurut saya membawa manfaat bagi saya ya. Karena
bagi saya menonton acara televisi itu bukan hanya terhibur namun ada sesuatu
yang bisa kita ambil manfaatnya setelah menontonnya.
Nah disini saya akan berbagi cerita tentang salah satu tayangan yang sudah
saya tonton di trans7.
Ada sebuah keluarga kecil, yaitu sepasang suami istri. Pasangan
suami istri ini sangatlah taat beribadah, baik pada setiap orang, dermawan, dan
selalu bersyukur.
Rasa syukur dan kebahagian mereka makin bertambah ketika
lahir buah hati dari keduanya.
Namun kebahagian itu tidak bertahan lama karena buah
hatinya yang masih balita itu terkena penyakit miningitis sehingga balita itu
tidak bisa bertahan hidup. Namun pasangan suami istri itu tetap tegar dan
ikhlas akan cobaan ini hingga suatu hari sang istri mengandung seorang buah
hati yang kedua dan pasangan itu begitu bahagia dan merawat baik-baik janinnya
hingga lahir. Namun sang pencipta masih sayang pada mereka hingga mereka mesti
diuji kesabarannya dengan kepergian sang buah hati mereka karena sang buah hati
mengidap penyakit mingitis.
Waktu terus berjalan dan pasangan yang selalu bahagia dan
bersyukur itu diberikan amanah kembali dengan lahirmya seorang buah hati yang
ketiga kalinya. Rasa syukur mereka bertambah dan ibadah pun makin rajin. Namun Allah
punya rencana lain untuk mereka, Allah masih sayang pada mereka dengan mengujinya kembali, kesedihan pun melanda ketika buah
hati yang ketiga mereka yang sudah berusia 2 tahun terkena penyakit miningitis
lagi dan sang buah hati tidak dapat bertahan hidup akan kondisinya.
Kedua oran tuanya begiti terpukul ketika dokter
mengatakan hal tersebut sehingga membuat sanng ayah marah dan murka pada Allah.
Sang ayah lari dari ruangan dokter ke jalanan dan menghujat Allah bahwa Allah
tidak adil, dia mengeluhkan bahwa dirinya sudah taat akan perintahnya tapi ia
selalu diuji dengan hal yang sangat berat seperti ini dan seketika itu Allah menegurnya dengan cara
ada sebuah mobil yang menabrak dirinya hingga ia koma dirumah sakit selama
beberapa jam dan dalam komanya itu ia bermimpi kalau ia akan melewati jembatan
shiratalmustaqim yang talinya sangat kecil dan tipis seperti rambut hingga ia
kesulitan untuk melewatinya namun dikala itu ketiga putranya datang dan
menolongnya hingga ia selamat dari kobaran api neraka yang ada di bawah
jembatan shiratalmustaqim.
Ketika itupun ia sadar dan langsung bertaubat akan ucapan
dan hujatan pada Allah dan lebih mengikhlaskan ketiga putranya kembali pada
sang pencipta.
Begitupun dengan sang istri yang tetap tegar setelah ia
diceritakan tentang mimpi sang suami bahwa Allah telah memberikan tabungan
untuk di akhirat kelak yaitu ketiga putranya yang telah lebih dahulu kembali
karena ketika seseorang yang belum baligh kembali pada sang pencipta, surga
jaminannya ketika orang tuanya meridhoi atas kepergiannya.
Itulah ringkasan sebuah tayangan
yang saya tonton, dan dari tayangan itu kita bisa kita ambil hikmahnya bahwa
Allah selalu menguji hambanya dengan kadar kemampuannya, Allah tidak pernah
memberatkan kita dengan cobaan-cobaan yang diberikan, karena Allah maha
mengetahui atas segalanya bahkan Allah tahu bagaimana kapasitas setiap orang
dalam menerima cobaan dariNya. Allah tidak akan melemparkan batu pada kita jika
kita tidak dapat menangkapnya dan Allah telah menyiapkan balasan bagi kita yang
sabar dan tawakal, Allah selalu punya rencana baik untuk para hambanya. Hanya terkadang
kita tidak menyadarinya. Terkadang yang kita lihat dan kita rasa baik belum
tentu baik bagi Allah namun kadang hal yang kita lihat dan kita rasa buruk, itu
adalah baik bagi Allah. Serahkan segalanya hanya pada Allah, karena rencana Allah
lebih indah untuk kita.
Terimakasih ya sudah mampir ke blog yang sederhana ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua.
Wassalamualaikum.
Wassalamualaikum.