Bismillahirahmanirahim.assalamualaikum
Di kesempatan kali ini, saya ingin
hanya sekedar berceloteh mengenai apa yang ada dalam pikiran saya, dan mungkin
apa yang saya pikirkan juga dipikirkan orang lain.
Tidak terasa sudah bulan Desember, bulan terakhir di tahun 2015 dan
pastinya sebentar lagi akan ganti tahun.
Tidak terasa pula, banyak sekali hal-hal dalam hidup kita yang sudah kita
alami, entah itu hal baik maupun buruk.
Namun apapun kejadian dalam hidup kita, itu semua sudah diatur oleh
skenario Allah. Allah telah membuat skenario untuk setiap manusia maupun
makhluk lainnya dengan indah, meskipun terkadang kita mengeluh dan berpikir
bahwa hal yang terjadi dalam hidup kita merupakan hal buruk yang seharusnya
tidak terjadi.
Padahal sudah jelas di AL-Quran pada surat Al-Baqarah ayat 2016, Allah
berfirman “Boleh jadi kamu membenci
sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai
sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak
mengetahui”.
Ayat ini adalah ayat yang selalu saya genggam ketika saya sedang mengalami kekecewaan, kegelisahan, kegalauan dan macam-macam kesedihan lainnya. Kita sering terjebak pada kondisi luarnya masalah, padahal dibalik sesuatu Allah telah mempersiapkan sesuatu yang pantas untuk kita. kadang kita telalu yakin akan suatu hal bahwa hal ini baik atau buruk dan jujur saja, sayapun masih sering dibutakan oleh luarnya dunia, mengedepanlan ego pribadi ,mengeluh dan menyalahkan keadaan, namun ketika kembali kepada firman Allah yang satu ini, hati akan lebih ikhlas menerima segala cobaan. Karena penilaian kita terhadap suatu masalah belum tentu sama dengan penilaian Allah, Allah maha tahu segalanya. Kuncinya adalah ikhlas. Dalam Al-Quran Allah telah berjanji akan memberikan pahala yang besar bagi yang iklas dan sabar.
Banyak sekali ayat tentang sabar dan ikhlas, saya cantumkan beberapa
diantaranya saja.
Surat Al-Maidah
ayat 85 “Maka Allah memberi mereka pahala terhadap perkataan
yang mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya,
sedang mereka kekal di dalamnya. Dan itulah balasan (bagi) orang-orang yang
berbuat kebaikan (yang ikhlas keimanannya)”.
Surat An-Nahl
ayat 96, Allah berfirman “Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di
sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada
orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka
kerjakan.:
itulah janji Allah untuk kita semua jika kita bisa selalu sabar dan ikhlas akan semua yang Allah berikan. Allah begitu sayang dengan orang-orang yang sabar dan ikhlas. Bahkan mereka yang sabar dan ikhlas akan mendapatkan kebaikan.
Saya inget betul kalimat baik yang Mario Teguh ucapkan, beliau berkata bahwa
kesabaran tidak ada batasnya, kitalah yang membatasinya.
Jadi yang kebanyakan orang bilang sabar ada batasnya itu adalah ucapan
orang-orang yang sudah telalu emosi.
Tapi jujur, saya pun masih terus mendalami ilmu sabar dan ikhlas ini,
memang sulit, lebih sulit dibandingkan dengan mempelajari matematika ataupun
fisika, karena ilmu sabar dan ikhlas ini adalah ilmu keyakinan dan hati.
Jika ilmu matematika bisa kita pelajari dengan buku, guru, latihan soal
maka ilmu ikhlas dan sabar bisa dipelajari dengan selalu menerima semua yang
Allah ujikan pada kita dan percaya bahwa semua akan indah pada waktunya.
Mohon maaf jika merasa ada yang kurang sependapat dengan tulisan saya ini,
karena sebagai manusia kita wajib saling mengingatkan.
Inipun sebagai pengingat buat diri saya sendiri yang sampai saat ini masih
sering kurang bersyukur dan ikhlas. Semoga kita semua bisa menjadi orang-orang
yang selalu bersyukur atas hidup yang sudah Allah berikan. Aamiin ya Rab.
Semoga tulisan sederhana ini bisa bermanfaat bagi yang membacanya.
Wassalam.

