Kita adalah aku, kamu, kami dan mereka
Kita adalah orang-orang yang
terlahir istimewa.
Bukankah kita sadar bahwa hidup di dunia bukanlah hal yang selalu
menyenangkan atau selalu menyedihkan. Kedua hal tersebut selalulah
berdampingan.
Semua hal yang terdapat di muka bumi ini merupakan pembelajaran bagi
manusia yang mau berpikir.
Setiap kali aku berpikir dan merenung selalu ada hal yang aku dapati bahwa
setiap kali kejadian yang aku alami selalu memiliki koneksi antar kejadian satu
dengan yang lainnya.
Yang dimaksud dengan koneksi di sini adalah, ketika satu persoalan terjadi
dan terselesaikan pastinya akan ada persoalan lain dan biasanya persoalan
berikutnya akan lebih kompleks dari yang sebelumnya. Hal itu membuktikan bahwa
level kehidupan kita telah naik tingkat.
Mental kita dalam menyelesaikan
persoalan hidup telah sedikit terbentuk dan sempurna sehingga Tuhan percaya pada diri kita
bahwa kita sudah mampu untuk mendapatkan persoalan yang lebih kompleks.
Tuhan tidak akan memberikan masalah pada kita melebihi kemampuan kita
karena Tuhan maha adil, maha tahu, maha bijaksana dan maha baik lainnya.
Bahkan ketika persoalan hidup hadir bertubi-tubi pada kita, yakin bahwa Tuhan
telah menyiapkan jalan keluar untuk semua itu. Sebetulnya tidak ada untungnya
bagi Tuhan memberikan kesusahan atau persoalan pada kita, karena tanpanya Tuhan
tetap maha besar dan maha ada. Yang Tuhan inginkan hanyalah upaya dan keyakinan
kita atas semua yang Tuhan berikan.
Allah bersabda pada surat Al-Baqarah ayat 115. Dan kepunyaan Allah-lah
timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah.Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.
Jadi selama kita percaya pada Allah dan yakin
bahwa Allah lah tuhan kita satu-satunya yang dapat menolong kita dalam
persoalan apapun, maka yakinlah Allah akan selalu mendekap kita dan memberi
jalan keluar atas semua persoalan hidup kita dan. Karena pada hakikatnya kesusahan dan kesenangan
merupakan ujian bagi kita semua. Percayalah bahwa apapun yang terjadi selalu
memiliki alasan dan hikmah di dalamnya.
Allah pun bersabda pada surat Al-Hujurat: 15. Sesungguhnya orang-orang
yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka
tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka
pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.
Aku bukanlah seorang yang bijak dan ahli dalam suatu persoalan hidup dan
bukan juga kapasitasku untuk menggurui siapapun karena pada dasarnya akupun
manusia yang penuh dengan kesalahan dan dosa, manusia yang masih perlu belajar
dan meningkatkan kualitas diri. Nasehat dan motivasi dari orang-orang di sekelingkupun
masih aku butuhkan demi kebaikan bagi diriku di dunia maupun di akhirat kelak.
Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat
bagiku, kamu, kalian, mereka dan kita.