Jumat, 25 September 2015

SINETRON VERSUS REALITA

Apa yang biasanya kalian lakukan ketika di rumah dan lagi gak ada kerjaan?, kemungkinan tidur-tiduran, makan, ngemil, ngopi, ngeteh, dengerin musik, main handphone atau bisa juga nonton tv.
Nah disini aku mau ngomongin tentang kegiatan nonton, eh tapi tunggu sebenernya sih bukan kegiatannya yang bakal aku omongin tapi lebih ke acara di Tvnya.
Cerita pengalaman ini adalah pengalamanku  yang sempet beberapa waktu lalu keranjingan sinetron  eh tunggu bukan aku si yang keranjingan sinetron itu tapi mamahku yang awalnya suka banget dan hamoir tiap sore jam 08.30 selalu nonton dan gak bisa diganggu gugat ketika lagi asik nonton jadi ya mau gak mau aku pun ikut nonoton dan akhirnya suka sampai mengikuti alur ceritanya tiap hari.
Awalnya si suka dan menikmati ceritanya, ini karena ceritanya sederhana dan mudah untuk dipahami hingga akhirnya aku dan mamah nonton sampai beberapa episode.
Lama-kelamaan aku jadi jengah dengan cerita di senietron itu. Ya sebtulnya sudah jadi hal yang udah biasa buat sinetron-sinetron yang ada sekarang, disini aku gak akan menyebutkan judul sinetron itu apa karena disini aku hanya ingin berpendapat dan mengambil kesimpulan dari pengalaman aku sendiri. Mohon maaf bagi siapapun yang kurang berkenan dengan tulisanku ini karena tujuanku menulis adalah hanya ingin berbagi pendapat dan pengalaman.
Oke kita mulai, beberapa kesimpulan yang selama ini aku amati tantang sinetron sekarang ini adalah:
Pertama,   di senotron yang aku tonton pemeran utamanya adalah orang yang sangat baik, sabar, cantik, pemaaf, selalu nerima keadaan dan sifat baik lainnya poknya gak ada kejelekan sama sekali deh, perfect deh pokonya. Nah untuk pemain yang lainnya kebanyakan yang jadi antagonis dan antagonisnya parah banget. Yang bener-bener baik cuma dia doang.
Hello...... hari ginih ada orang sesempurna itu? Fiktif!
Kedua, semakin lama aku tonton ko semakin aneh aja ni acara. Dari penjelasan sifat-sifat para pemain di atas. Aku mau berpendapat bahwa di dunia pesinetronan yang baik malah selalu tertindas padahal baiknya itu gak ada cacatnya. Masa orang sebaik itu gak ada yang nolongin atau lindungin dia bahkan orang yang dia cintai pun gak bisa buat andalan sama sekali.
Ketiga, masa iya orang sebaik itu dibenci banyak orang, ya setidaknya ada lah seseorang yang bisa ngertiin dia dan selalu ada buat dia. Ada sih tapi tiba-tiba perannya di matiin terus orang jahat baru bermunculan. Dia selalu disakiti dan tertindas namun dia gak pernah yang namanya melawan atau melakukan pembelaan. Bukankah orang yang baik adalah orang yang punya pendirian dan selalu tegas dengan hidupnya. Ini seperti orang-orang disekelilingnyalah yang mengontrol hidupnya bukan dia. Dengan kata lain dia lemah dan ini memberikan contoh yang tidak baik untuk masyarakat yang menonton tayangan ini. Karena mengajarkan bahwa kebaikan seperti selalu diiringi dengan kesengsaraan. Padahal dengan kita selalu berbuat baik maka Tuhan pun akan selalu menyertai dan memberikan kebaikan pada kita, jikalau memang ada kesengsaraan pasti akan berlalu dan berakhir dengan apa yang kita harapkan.
Keempat, gak tau gimana ceritanya di senetron ini tuh orang baik selalu tertindas, musuh dimana-mana,gak pernah bahagia. Kita semua tau akhir ceritanya pasti orang-orang yang jahat akan sadar dan minta maaf dan si baik ini akan memaafkan tapi harta, cinta dan kebahagiannya sudah terenggut. Si baik ini hanya akan berkata dengan kalian sadar aku sudah cukup bahagia. Hmmm. What do you think bout this?. Sebaiknya si baik ini berusaha untuk membuat kebahagian untuk dirinya sendiri bukan dengan cara selalu pasrah dengan keadaan yang selalu membuatnya sengsara. Allah tidak akan merubah nasib seseorang jika seseorang tersebut tidak berusaha memperbaikinya.
Dan bagaimana si baik ini mau membahagiakan orang lain bahkan membahagiakan dirinya saja tidak sanggup.
Sekian celoteh saya. Mohon maaf lahir bathin jika ada tulisan yang menyinggung perasaan sekali lagi aku tekankan ini hanya buah pemikiran dan kegelisahanku terhadap tayangan di TV. ini bukan berarti tayangan-tayangan di TV semuanya gak baik karena masih ada banyak juga tayangan yang bagus dan memiliki nilai postif yang memberikan manfaat bagi penontonnya.
harapan kita semua semoga akan lebih banyak lagi acara-acara yang berwawasan.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar