Jumat, 22 Januari 2016

Buah manis dari Kesabaran


Assalamualaikum saudara-saudaraku. Alhamdulillah bisa memposting tulisan lagi di blog ini. Baiklah kita mulai saja.
Televisi merupakan benda yang sudah tidak asing lagi untuk kita dengar dan dari televisi ini pun kita mendapatkan suatu infomasi, hiburan, ilmu pengetahuan baru dan masih banyak lagi manfaat yang bisa kita dapat dari televisi.
Namun jangan salah selain manfaat yang kita dapat dari menonton acara-acara di televisi, kerugian pun bisa kita peroleh. Hal itu jika kita tidak bisa menyaring mana-mana acara yang baik karena terkadang ada acara atau siaran televisi yang justru menjerumuskan para pemirsanya karena mereka hanya memikirkan keuntungan semata dalam menayangkan acara, yang penting banyak penonton dan sponsor iklan pun banyak.
Tapi ditulisan ini saya tidak akan membahas tentang kerugiannya namun lebih kepada manfaatnya. Ya manfaatnya. Karena saya selalu meluangkan waktu untuk menonton televisi, tentu acara yang menurut saya membawa manfaat bagi saya ya. Karena bagi saya menonton acara televisi itu bukan hanya terhibur namun ada sesuatu yang bisa kita ambil manfaatnya setelah menontonnya.
Nah disini saya akan berbagi cerita tentang salah satu tayangan yang sudah saya tonton di trans7.



Ada sebuah keluarga kecil, yaitu sepasang suami istri. Pasangan suami istri ini sangatlah taat beribadah, baik pada setiap orang, dermawan, dan selalu bersyukur.
Rasa syukur dan kebahagian mereka makin bertambah ketika lahir buah hati dari keduanya.
Namun kebahagian itu tidak bertahan lama karena buah hatinya yang masih balita itu terkena penyakit miningitis sehingga balita itu tidak bisa bertahan hidup. Namun pasangan suami istri itu tetap tegar dan ikhlas akan cobaan ini hingga suatu hari sang istri mengandung seorang buah hati yang kedua dan pasangan itu begitu bahagia dan merawat baik-baik janinnya hingga lahir. Namun sang pencipta masih sayang pada mereka hingga mereka mesti diuji kesabarannya dengan kepergian sang buah hati mereka karena sang buah hati mengidap penyakit mingitis.
Waktu terus berjalan dan pasangan yang selalu bahagia dan bersyukur itu diberikan amanah kembali dengan lahirmya seorang buah hati yang ketiga kalinya. Rasa syukur mereka bertambah dan ibadah pun makin rajin. Namun Allah punya rencana lain untuk mereka, Allah masih sayang pada mereka dengan mengujinya  kembali, kesedihan pun melanda ketika buah hati yang ketiga mereka yang sudah berusia 2 tahun terkena penyakit miningitis lagi dan sang buah hati tidak dapat bertahan hidup akan kondisinya.
Kedua oran tuanya begiti terpukul ketika dokter mengatakan hal tersebut sehingga membuat sanng ayah marah dan murka pada Allah. Sang ayah lari dari ruangan dokter ke jalanan dan menghujat Allah bahwa Allah tidak adil, dia mengeluhkan bahwa dirinya sudah taat akan perintahnya tapi ia selalu diuji dengan hal yang sangat berat seperti ini  dan seketika itu Allah menegurnya dengan cara ada sebuah mobil yang menabrak dirinya hingga ia koma dirumah sakit selama beberapa jam dan dalam komanya itu ia bermimpi kalau ia akan melewati jembatan shiratalmustaqim yang talinya sangat kecil dan tipis seperti rambut hingga ia kesulitan untuk melewatinya namun dikala itu ketiga putranya datang dan menolongnya hingga ia selamat dari kobaran api neraka yang ada di bawah jembatan shiratalmustaqim.
Ketika itupun ia sadar dan langsung bertaubat akan ucapan dan hujatan pada Allah dan lebih mengikhlaskan ketiga putranya kembali pada sang pencipta.
Begitupun dengan sang istri yang tetap tegar setelah ia diceritakan tentang mimpi sang suami bahwa Allah telah memberikan tabungan untuk di akhirat kelak yaitu ketiga putranya yang telah lebih dahulu kembali karena ketika seseorang yang belum baligh kembali pada sang pencipta, surga jaminannya ketika orang tuanya meridhoi atas kepergiannya.



 Itulah ringkasan sebuah tayangan yang saya tonton, dan dari tayangan itu kita bisa kita ambil hikmahnya bahwa Allah selalu menguji hambanya dengan kadar kemampuannya, Allah tidak pernah memberatkan kita dengan cobaan-cobaan yang diberikan, karena Allah maha mengetahui atas segalanya bahkan Allah tahu bagaimana kapasitas setiap orang dalam menerima cobaan dariNya. Allah tidak akan melemparkan batu pada kita jika kita tidak dapat menangkapnya dan Allah telah menyiapkan balasan bagi kita yang sabar dan tawakal, Allah selalu punya rencana baik untuk para hambanya. Hanya terkadang kita tidak menyadarinya. Terkadang yang kita lihat dan kita rasa baik belum tentu baik bagi Allah namun kadang hal yang kita lihat dan kita rasa buruk, itu adalah baik bagi Allah. Serahkan segalanya hanya pada Allah, karena rencana Allah lebih indah untuk kita.



Terimakasih ya sudah mampir ke blog yang sederhana ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Wassalamualaikum. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar