Rabu, 20 September 2017

Ucapan Untuk Suami di Hari Ulang Tahun Pernikahan Pertama

Assalamualaikum suamiku sayang, selamat hari ulang tahun penikahan kita yang pertama sayang.
Alhamulillah Allah telah menyatukan kita dalam kebersamaan selama satu tahun dan jika kehidupan berikutnya memang ada, aku tetap ingin terlahir sebagai istrimu.

Masih teringat jelas dalam pikiran ini saat kau mengucapkan ijab qabul di depan penghulu, keluarga kita, para saksi, teman-teman, saudara,dan tetangga pada tanggal 20 September 2106. Momen itu begitu khidmad dan spesial bagiku karena saat itu juga insyaallah Allah telah ridha atas ikatan halal ini. Dan masih teringat jelas pula satu tahun sebelumnya kita hanyalah dua orang yang benar-benar asing dan dengan berjalannya waktu hati kita menyatu dengan niat yang tulus yaitu menikah. Saat ada niat baik itu, ku rasakan bahwa Allah begitu sayang pada kita dengan memberikan banyak jalan kemudahan untuk mewujudkan niat baik kita.

Kisah cinta kita memang tak seromantis drama korea, diriku juga tak semenawan para selebbrita, tapi percayalah sayang bahwa aku akan menjadi tamengmu,menjagamu dari godaan duniawi yang selalu mengelilingimu dan menjadi saksi di hadapan Allah kelak bahwa kaulah orang yang telah menyempurnakan imanku, mencintaiku, menyayangiku, bertanggung jawab atas kehidupanku, dan mengajarkan aku untuk mencintai Allah dengan menjalankan kewajiban-kewajibanku sebagai istrimu.

Kau dan aku bagai yin dan yang, saling bertentangan tapi sebenarnya menetralkan. Meskipun kita kadang bertentangan tapi tidak bersebrangan, kita selalu berusaha mencari keseimbangan diantara perbedaan yang ada.

Kau adalah suami yang kalem,lembut dan penuh pengertian, panjang sabarnya, selalu bertindak hati-hati, lucu, manis, ceria, dan insyaallah setia. Aku? Aku cerewet, bertindak tergesa-gesa, suka ngomel dan marahin kamu, ngeyel bahkan aku sering kena tulahnya kalau aku nyepelein ucapan kamu. Ternyata ucapan suami sakti juga. Heheheh
Maafkan aku ya sayang karena aku belum bisa jadi istri yang sempurna buat kamu.

Aku memang tidak sempurna tapi aku selalu belajar mencintaimu dengan kesempurnaan yang selalu kita ciptakan sampai tidak ada lagi gigi yang bisa mengunyah satai kesukaan kita, sampai memutih seluruh rambut ini, sampai kita saling menatap satu sama lain dengan pandangan yang sudah rabun, smpai kita tidak bisa lagi membuat aneka masakan kesukaan kita di dapur.

Suamiku, terimakasih atas semua lelah dan pengorbanan yang harus kau tanggung demi aku, terimkasih karenamu aku terlindungi dari dunia yang menipu, yang mengajak aku maksiat pada Tuhanku

Tetaplah bersamaku sayang, karenamu aku kuat.
Jika Allah izinkan, sampai waktunya nanti, selalu aku sayang kamu. mafkan segala kekurngan dan kesalahanku selama ini ya sayang. Semoga kita berjooh di dunia dan akhirat. aamiin


Tidak ada komentar:

Posting Komentar